Nama : Risma Anggria
NIM : K8113069
Prody : PG PAUD (1B)
How To Be An Excellent Teacher
Engkau sebagai pelita dalam
kegelapan, engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan, engkau petriot
pahlawan bangsa tanpa tanda jasa. lagu Hymne Guru ini selalu mengingatkan kita pada para guru.
Perhatian, kasih sayang, dan rasa pedulinya begitu luas hingga sulit bagi lisan
ini untuk mengukir kata-kata yang terindah untuk mereka. Didikan dan
bimbingannya masih terekam jelas dalam benak
kita dan tiap kata yang diucapkannya banyak mengandung nasihat.
Nah sekarang, bagaimana sih
menjadi guru yang istimewa itu? Istimewa bukan berarti guru yang berpenempilan
mewah akan tetapi istimewa itu dilihat dari segi karakternya dalam mendidik
anak didiknya.
Dalam bahasa jawa “Guru
=> digugu lan ditiru” karakter guru menjadi contoh untuk anak didiknya. Terkadang
ada guru yang malas mengoreksi tugas anak didiknya. Padahal guru tersebut sudah
memberikan banyak sekali tugas untuk siswanya, dan setelah dikerjakan dengan
sungguh-sungguh oleh siswanya justru hanya beliau tandatangani saja. Hal ini
yang membuat siswanya juga ikut malas dalam mengerjakan. Kebanyakan dari mereka
hanya mengcopy jawaban dari siswa yang rajin mengerjakan, tanpa peduli
pekerjaan yang dicopy itu salah atau benar.
Guru harus perhatian dan
menyayangi murid-muridnya, disaat siswanya sedang bermasalah, guru harus
mendekatinya dan memberikan masukan-masukan agar siswanya mendapatkan kecerahan
sehingga dapat meninggalkan perilaku yang tidak baik tersebut.
Guru harus mengajak anak
didiknya untuk berbuat kejujuran. Sering kita temui disaat menghadapi UN, guru justru membocorkan soal UN
lalu menyebarluaskan kunci jawabannya kepada siswanya. Hal ini tentunya akan membuat anak didiknya
menjadi tidak jujur. Padahal sebelum UN para guru sudah berusaha keras agar
siswa lulus yaitu dengan memberikan materi dan soal-soal UN. Bukan cuman ini
saja,guru juga selalu menyuruh anak didiknya untuk belajar dengan rajin dan
mengadakan jam tambahan setelah pulang sekolah. Akan tetapi ketika tiba saatnya
UN, mengapa guru justru menyuruh siswanya untuk kerjasama dalam mengerjakan UN? Apakah mereka tidak
percaya akan kemampuan siswa-siswanya? Lantas buat apa mereka menyuruh siswanya
untuk giat belajar dan akhir-akhirnya mereka justu membocorkan soal ujiannya?
Padahal bukan nilai yang menjadikan siswa itu sukses, akan tetapi bagaimana
cara yang ditempuh untuk mendapatkan nilai tersebut. Jika caranya jujur maka
tentunya akan berbuah kebaikan.
Selain itu, guru juga harus memberikan motivasi dan
hadiah bagi siswa yang berprestasi agar siswanya dapat bersemangat dalam
belajar dan meraih cita-citanya. Siswa yang gagal disaat ujian perlu
mendapatkan motivasi dari gurunya agar siswa tersebut dapat bangkit dan tak
akan menyerah untuk menjadi orang yang sukses.
Guru harus menguasai taktik dalam mengajar dan harus
mengajar dengan penuh senyuman,tidak boleh cemberut agar siswa tidak bosan
dalam mendengarkan materi yang disampaikan oleh gurunya, sehingga dengan mudah
siswa tersebut dapat mencerna semua materi yang disampaikan oleh gurunya.
Guru harus datang tepat waktu dalam mengajar, dengan
hal ini siswa dapat terbiasa berperilaku
disiplin.
Dan yang paling penting guru harus peduli terhadap
nasib anak-anak yang tidak mendapatkan pendidikan terutama bagi anak-anak yang
kurang mampu dalam ekonomi dan anak-anak jalanan. Pemerintah pun kurang peduli
terhadap mereka, apalagi para koruptor yang tak punya hati, apa belum cukup
harta yang berlimpahan itu untukmu?,sehingga apa yang menjadi hak rakyat kau
rampas begitu saja tanpa kau peduli sedikitpun. Seandainya uang yang kau korupsi
tersebut dikumpulkan untuk mendirikan sekolah gratis untuk mereka tentunya itu
akan memajukan pendidikan di negara kita ini. Banyak diantara mereka yang masih
kecil harus meminta-minta di jalanan, padahal seusia mereka seharusnya dapat
bersekolah untuk bekal masa depannya
kelak. Apakah hanya anak orang kaya saja yang dapat bersekolah? Tentu tidak,
mereka juga manusia sama seperti kita, mereka juga perlu pendidikan untuk bekal
masa depannya. Untuk itu, mari para guru, kita berikan pendidikan yang gratis
untuk mereka yang tidak mampu bersekolah, kita salurkan ilmu yang kita punya
sehingga menjadi ilmu yang bermanfaat, agar masa depan mereka cerah dan mereka
dapat menggapai cita-cita mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar