Pages

WELCOME TO RISMA'S BLOG

Selasa, 28 Januari 2014

How To Be An Excellent Teacher

Nama  : Risma Anggria
NIM   : K8113069
Prody : PG PAUD (1B)

How To Be An Excellent Teacher
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan, engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan, engkau petriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa. lagu Hymne Guru ini selalu mengingatkan kita pada para guru. Perhatian, kasih sayang, dan rasa pedulinya begitu luas hingga sulit bagi lisan ini untuk mengukir kata-kata yang terindah untuk mereka. Didikan dan bimbingannya masih terekam jelas dalam benak kita dan tiap kata yang diucapkannya banyak mengandung nasihat.
Nah sekarang, bagaimana sih menjadi guru yang istimewa itu? Istimewa bukan berarti guru yang berpenempilan mewah akan tetapi istimewa itu dilihat dari segi karakternya dalam mendidik anak didiknya.
Dalam bahasa jawa “Guru => digugu lan ditiru” karakter guru menjadi contoh untuk anak didiknya. Terkadang ada guru yang malas mengoreksi tugas anak didiknya. Padahal guru tersebut sudah memberikan banyak sekali tugas untuk siswanya, dan setelah dikerjakan dengan sungguh-sungguh oleh siswanya justru hanya beliau tandatangani saja. Hal ini yang membuat siswanya juga ikut malas dalam mengerjakan. Kebanyakan dari mereka hanya mengcopy jawaban dari siswa yang rajin mengerjakan, tanpa peduli pekerjaan yang dicopy itu salah atau benar.
Guru harus perhatian dan menyayangi murid-muridnya, disaat siswanya sedang bermasalah, guru harus mendekatinya dan memberikan masukan-masukan agar siswanya mendapatkan kecerahan sehingga dapat meninggalkan perilaku yang tidak baik tersebut.
Guru harus mengajak anak didiknya untuk berbuat kejujuran. Sering kita temui disaat menghadapi UN, guru justru membocorkan soal UN lalu menyebarluaskan kunci jawabannya kepada siswanya. Hal ini tentunya akan membuat anak didiknya menjadi tidak jujur. Padahal sebelum UN para guru sudah berusaha keras agar siswa lulus yaitu dengan memberikan materi dan soal-soal UN. Bukan cuman ini saja,guru juga selalu menyuruh anak didiknya untuk belajar dengan rajin dan mengadakan jam tambahan setelah pulang sekolah. Akan tetapi ketika tiba saatnya UN, mengapa guru justru menyuruh siswanya untuk kerjasama  dalam mengerjakan UN? Apakah mereka tidak percaya akan kemampuan siswa-siswanya? Lantas buat apa mereka menyuruh siswanya untuk giat belajar dan akhir-akhirnya mereka justu membocorkan soal ujiannya? Padahal bukan nilai yang menjadikan siswa itu sukses, akan tetapi bagaimana cara yang ditempuh untuk mendapatkan nilai tersebut. Jika caranya jujur maka tentunya akan berbuah kebaikan.
Selain itu, guru juga harus memberikan motivasi dan hadiah bagi siswa yang berprestasi agar siswanya dapat bersemangat dalam belajar dan meraih cita-citanya. Siswa yang gagal disaat ujian perlu mendapatkan motivasi dari gurunya agar siswa tersebut dapat bangkit dan tak akan menyerah untuk menjadi orang yang sukses.
Guru harus menguasai taktik dalam mengajar dan harus mengajar dengan penuh senyuman,tidak boleh cemberut agar siswa tidak bosan dalam mendengarkan materi yang disampaikan oleh gurunya, sehingga dengan mudah siswa tersebut dapat mencerna semua materi yang disampaikan oleh gurunya.
Guru harus datang tepat waktu dalam mengajar, dengan hal ini  siswa dapat terbiasa berperilaku disiplin.

Dan yang paling penting guru harus peduli terhadap nasib anak-anak yang tidak mendapatkan pendidikan terutama bagi anak-anak yang kurang mampu dalam ekonomi dan anak-anak jalanan. Pemerintah pun kurang peduli terhadap mereka, apalagi para koruptor yang tak punya hati, apa belum cukup harta yang berlimpahan itu untukmu?,sehingga apa yang menjadi hak rakyat kau rampas begitu saja tanpa kau peduli sedikitpun. Seandainya uang yang kau korupsi tersebut dikumpulkan untuk mendirikan sekolah gratis untuk mereka tentunya itu akan memajukan pendidikan di negara kita ini. Banyak diantara mereka yang masih kecil harus meminta-minta di jalanan, padahal seusia mereka seharusnya dapat bersekolah  untuk bekal masa depannya kelak. Apakah hanya anak orang kaya saja yang dapat bersekolah? Tentu tidak, mereka juga manusia sama seperti kita, mereka juga perlu pendidikan untuk bekal masa depannya. Untuk itu, mari para guru, kita berikan pendidikan yang gratis untuk mereka yang tidak mampu bersekolah, kita salurkan ilmu yang kita punya sehingga menjadi ilmu yang bermanfaat, agar masa depan mereka cerah dan mereka dapat menggapai cita-cita mereka.